Senin, 21 Maret 2011

Pemanfaatan Lirutase Menjadi Alat Permainan Edukatif

A.Latar Belakang

Selama kita hidup, selama itu pula kita berhubungan dengan sampah. Sampah merupakan ekses dari kegiatan kita, kita butuh makan maka kita akan menghasilkan sampah dari kegiatan makan tersebut. Sebelum makan mungkin kita perlu mengupas bungkus atau kulit makanan itu, atau menyisakan beberapa bagian dari makanan kita. Sebut saja kita makan buah maka kulit, biji dan tangkai dari buah tersebut menjadi sampah, kita makan permen pun kita berhadapan dengan pembungkus permen itu, apalagi makanan yang harus dimasak dan ditambahkan dengan berbagai bumbu… pastilah makin banyak sampah yang kita hasilkan. Tak heran jika beberapa Pemda sampai kewalahan mengatasi masalah sampah ini di wilayahnya. Tak terkecuali yang dihadapi oleh banyak sekolah , volume sampah yang dihasilkan cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah peserta didik.

Limbah merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan di lingkungan sekolah. Menurut Ecolink (1996), pada dasarnya limbah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia atau proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

Limbah atau sampah juga merupakan suatu bahan yang tidak berarti dan tidak berharga, tapi kita tidak mengetahui bahwa limbah juga bisa menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat jika diproses secara baik dan benar. Limbah atau sampah juga bisa berarti sesuatu yang tidak berguna dan dibuang oleh kebanyakan orang, mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak berguna dan jika dibiarkan terlalu lama maka akan menyebabkan penyakit. Padahal dengan pengolahan sampah secara benar maka bisa menjadikan sampah ini menjadi benda yang bernilai tinggi secara ekonomis, seni dan edukasi.

Jika didasarkan asalnya, limbah dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

1. Limbah Organik

Limbah ini terdiri atas bahan-bahan yang besifat organik seperti dari kegiatan rumah tangga/ sekolah, kegiatan industri. Limbah ini juga bisa dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami. Limbah pertanian berupa sisa tumpahan atau penyemprotan yang berlebihan, misalnya dari pestisida dan herbisida, begitu pula dengan pemupukan yang berlebihan. Limbah ini mempunyai sifat kimia yang setabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya. Sedangkan limbah rumah tangga / sekolah dapat berupa padatan seperti kertas, plastik dan lain-lain, dan berupa cairan seperti air cucian, minyak goreng bekas dan lain-lain. Limbah tersebut ada yang mempunyai daya racun yang tinggi misalnya : sisa obat, baterai bekas, dan air aki. Limbah tersebut tergolong (B3) yaitu bahan berbahaya dan beracun, sedangkan limbah air cucian, limbah kamar mandi, dapat mengandung bibit-bibit penyakit atau pencemar biologis seperti bakteri, jamur, virus dan sebagainya.

2. Limbah Anorganik

Limbah ini terdiri atas limbah industri atau limbah pertambangan. Limbah anorganik berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat di uraikan dan tidak dapat diperbaharui. Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan anorganik, zat-zat tersebut adalah:Garam anorganik seperti magnesium sulfat, magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan dan industri.Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan biji logam dan bahan bakar fosil.

Adapula limbah anorganik yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan sekolah seperti: Botol plastik, botol kaca, tas plastik, kaleng dan aluminium.

Dari permasalahan diatas menumbuhkan kesadaran kami untuk memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari aktivitas warga sekolah /RA (Raudlatul Athfal ) Matholi;ul Huda 01, industri kerajinan tenun ikat, dan rumah tangga sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan serta sebagai upaya pelestarian lingkungan dengan cara membuat sumber belajar berbasis limbah/ sampah, tentu saja juga karena pertimbangan kemampuan finansial RA (Raudlatul Athfal) yang sangat terbatas.

Tak ada rotan akarpun jadi, barangkali ini merupakan ungkapan yang tepat. Sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran, kami sebagai pendidik tidak habis akal menyiasati minimnya bugdet untuk pengadaan APE (Alat Permainan Edukatif). Semoga upaya ini mampu mengembangkan dan mengasah kecerdasan peserta didik serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan,kesehatan dan pelestarian lingkungan.

B. Sasaran

Alat permainan edukatif Lirutase ini mempunyai sasaran untuk anak pra sekolah yaitu 4-6 tahun, dengan harapan dapat memberikan stimulasi pada kemapuan dasar yang dimiliki anak secara optimal dan menyeluruh.

C. Manfaat

Alat Permainan Edukatif lirutase ini diaplikasikan dengan model pembelajaran Sentra Bermain aktif yang berisi berbagai variasi kegiatan bermain seraya belajar yang merupakan ciri dari kelas berpusat pada anak ( Child Oriented) dan dimodifikasi sesuai dengan perkembangan anak (Developmentally Appropriate Practice = DAP) serta berbasis pada Kecerdasan Jamak (Muiltiple Intelligent).

1. Pengembangan Moral dan Nilai Agama

Anak belajar sabar menunggu giliran dan mengikuti aturan permainan serta berdo’a ketika hendak memulai kegiatan bermain.

2. pengembangan Sosial Emosional

Meliputi pengembangan Perasaan dan Emosi serta pengembangan Kemampuan Sosial / Sosialisasi. Anak. Anak mampu bertenggang rasa, saling tolong menolong dalam permainan seni peran sebagai tenaga pemadam kebakaran dan saling menjaga keseimbangan serta keselamatan ketika mengendarai kendaraan /mobil pemadam.

Pengembangan ini mengarah pada pencapaian Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Interpersonal dan Naturalistik.

3. Pengembangan Bahasa

Meliputi pengembangan Bahasa agar anak mampu berkomunikasi secara aktif dan pasif dengan lingkungan. Di dalam permainan mengendarai mobil pemadam anak belajar berkomunikasi,misalnya: Melakukan 2-3 perintah memahami kata dan kalimat sederhana.

Pengembangan Bahasa mengarah pada pencapaian Kecerdasan Linguistik.

4. Pengembangan Kognitif

Meliputi pengembangan Matematika Permulaan dan Sains Permulaan. Pengembangan ini mengarah pada pencapaian Kecerdasan Logika Matematika dan Kecerdasan Visual Spatial.Anak bermain mengelompokkan benda ( bunga dari gelas plastik bekas) berdasarkan warna dan ukuran, membentuk berbagai pola serta menghitung jumlah benda.

5. Pengembangan Seni

Meliputi pengembangan Seni Musik dan Seni Tari sederhana serta keterampilan membuat karya kreatif (kerajinan tangan): Membuat kolase dari biji-bijian, kapas, manik-manik dan lain- lain pada bunga piring kertas dan menghias topi panggung dan bermain seni peran.

Pengembangan Seni mengarah pada pencapaian Kecerdasan Musikal dan Visual Spatial.

6. Pengembangan Fisik

Meliputi pengembangan Motorik Halus (fine motor) dan Motorik Kasar (gross motor) untuk pertumbuhan dan kesehatan anak.Hampir semua permainan Lirutase ini mengandung unsur gerakan- gerakan yang merangsang perkembangan motorik anak.Mulai dari menjahit pakaian, menjemur, bermain peran sebagai tenaga pemadam atau menggunting dan menempel pada pembuatan topi dan bunga piring kertas serta pembuatan boneka dari limbah industri kerajinan tenun ikat.

Pengembangan Fisik mengarah pada pencapaian Kecerdasan Body Kinestetik

D. Bahan Dan Alat

Bahan

Kardus bekas
Gelas/botol plastik bekas minuman

Biji-bijian
Kertas lipat
Piring kertas bekas hajatan
Benang kasur
Ranting kering
pasir laut
kapas
manik-manik
Benang limbah industri kerajinan tenun ikat
Kain perca tenun ikat
Keton benang
Cangkang telor

Alat

Gunting
Cutter
selotip bolak-balik
spidol/ crayon
Lem bakar
Lem kayu
Jarum
Pembolong kertas
Lakban
Cat poster
Cat minyak
perekat / kancing kait
pensil/ spidol

F. Tujuan Dan Cara Memainkan

Pada dasarnya secara keseluruhan APE ini bertujuan untuk menanamkan kepada anak tentang kepedulian terhadap keselamatan dan kelestarian alam lingkungan dengan memanfaatkan sampah yang berada di sekitar sekolah,industri kerajinan, rumah tangga dan menanamkan pola hidup seimbang seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW serta mencegah pola hidup konsumtif. Selain itu pembuatan Alat Permainan Edukatif Lirutase ini juga sebagai sarana untuk menggali potensi dan kreativitas pendidik di RA Matholi’ul Huda 01 Troso sebagai seorang model, motivator dan fasilitator selalu dituntut kematangan yang mempersyaratkan Willingnes And Ability sehingga proses belajar jadi bermakna.

Dalam kegiatan belajar mengajar di Raudlatul Athfal setiap hari dibuka minimal 4 area yang kesemuanya mencakup pengembangan lima kemampuan dasar anak yaitu: Sikap perilaku, bahasa. Kognitif, fisik motorik dan seni.

Sebelum masuk kegiatan inti pada kegiatan awal pendidik mengawali kegiatan dengan menunjukkan gambar atau foto keadaan lingkungan yang penuh berserakan sampah yang tidak sedap dipandang mata dan dilanjutkan dengan memberikan pengetahuan dengan cara tanya jawab mengenai:

Pengertian sampah/ limbah
Bahaya limbah
Pentingnya pemeliharaan lingkungan
Pemanfaatan limbah

Dengan bahasa sederhana, pendidik membagi anak kedalam kelompok kecil untuk masuk ke dalam area –area sesuai keinginan anak dengan memakai APE Lirutase ini.Adapun permainannya adalah sebagai berikut:

Bermain Peran Mengoperasikan Mobil dan Menirukan Gerakan Pemadam

Permainan ini bertujuan :

Melatih dan mengembangkan motorikkasar anak
Memperkenalkan profesi/ pekerjaan seorang pemadam
Menyebutkankan macam dan fungsi kendaraan
Meningkatkan kemampuan sosial anak
Melatih daya imajinasi
Mengasah nilai seni dengan bernyanyi
Mengenal posisi depan-belakang
Memahami kata dan kalimat sederhana

Cara Bermain:

Secara bergantian anak masuk kedalam mobil pemadam ketika mendengar peringatan yang diperdengarkan oleh penddidik dengan cara memukul kentongan dan hitungan 1-2-3. Kemudian dua anak mengoperasikan kendaraan dan menirukan aksi pemadam kedepan dan belakang sambil bernyanyi :

Aku seorang pemadam

Mempunyai mobil tangguh

Kalau berjalan dam...dam...

Aku seorang pemadam 2X

2. Permainan Bunga Pintar



Permainan ini bertujuan :

Mengenalkan warna
Mengelompokkan benda berdasarkan warna
Mengelompokkan benda berdasarkan bentuk: Besar Kecil
Mengenalkan konsep bilangan
Menyusun Pola
Mengeksplorasi pikiran dengan berdiskusi tentang hubungan sebab akibat
Melatih motorik halus
Pengenalan tanaman
Mengasah nilai seni

Cara Bermain:

Anak- anak mengambil tumpukan bunga yang telah disediakan oleh pendidik, Kemudian menancapkan atau menanamkan pada pot berdasarkan warna bunga .Setelah itu menghitung berapa bunga yang ada di pot merah, hijau ,kuning dan berapa yang besar dan kecil. Cara lain yaitu anak bisa bermain kolase dengan menempelkan beberapa manik- manik, kapas,biji-bijian,daun dari kertas lipat yang melatih konsentrasi penuh.Dari kegiatan ini akan timbul hubungan interaksi dan komunikasi dengan teman sebaya (hubungan timbal balik). Selain itu bunga dari gelas plastik yang kecil bisa dipergunakan bermain meronce yang diselingi sedotan minuman bekas.

3 Permainan Boneka Modis

Permainan ini bertujuan:

a. Melatih motorik anak dengan cara menjahit

b. Melatih motorik halus untuk menjemur

c. Melatih motorik halus untuk memakai pakaian

d, Melatih motorik halus untuk melipat

e. Mengenalkan fungsi dan macam pakaian berdasarkan situasi

f. Mengajarkan sikap perilaku berbusana

g. Melatih kemandirian : Terbiasa mengurus diri sendiri

h. Melatih kreativitas

i melatih ketekunan dan kesabaran

Cara Bermain:

Anak menjahit pola baju yang telah disedikan, sambil bernyanyi:

Kerja-kerja mari kita kerja

Gunting jahit jadilah gaun

Gaun indah menarik

Untuk putri yang cantik

Setelah selesai anak menjemur dan menjepitnya dengan jepitan pakaian untuk melatih motorik halus. Cara yang lain adalah memakaikan pakaian pada boneka modis yang terbuat dari limbah industri kerajinan tenun dengan memadu padankan dengan pakaian yang sesuai dengan fungsi dan

Jenisnya. Disini pendidik bisa menyisipkan pesan-pesan moral keaagamaan bagaimana etika seorang muslim/ muslimah bersikap dan berpakaian. Selain itu boneka yang terbuat dari keton benang dan kulit/ cangkang telur ini juga bisa dijadikan peraga mendongeng atau bercerita.

4. Bermain Musik Dan Tari Dengan Topi Panggung

Permainan ini bertujuan:

a. Melatih motorik halus

b. Melatih motorik kasar

c. Mengasah kecerdasan fisik kinestetik ( Body Smart)

d. Menumbuhkan rasa percaya diri

e. Melatih nilai seni dengan menghias topi

f. Melatih daya kreasi anak dengan menciptakan pola-pola tertentu

g. Menumbuhkan pengembangan sosial emosional

h. Mengasah penguasaan kognitif bahasa

Cara Bermain:



Anak dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing boleh memilih permainan topi ini : Menggunting pola topi yang telah disediakan pendidik , menghias/ mewarnai dengan krayon atau clay dan memasang (menempel) pada topi. Topi juga bisa dipergunakan untuk keperluan pentas seperti: Teater, tari.pantomim dan seni peran lain.



G. Simpulan/saran-saran

Masalah limbah dan penanggulangannya adalah PR bagi kita bersama utamanya kalangan pendidik karena erat kaitannya dengan kultur masyarakat yang seakan sudah terbiasa membuang sampah sembarangan, sehingga mengubah kebiasaan itu dirasa sulit. Yang harus kita lakukan sekarang adalah membiasakan anak-anak didik kita untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai mengkonsumsi makanan-makanan alami dan meminimalisir penggunaan kemasan yang tidak dapat terurai ( anorganik).

Upaya kita sebagai pendidik,sebagai warga yang bertanggung jawab dan sebagai hamba Allah, untuk melestarikan alam lingkungan ( yang katanya adalah pinjaman dari anak cucu kita) barangkali salah satunya adalah melakukan hal-hal berikut:

Gunakan produk organik selama mungkin sepanjang bisa dilakukan, misalnya gunakan kantong plastik berkali-kali sebelum dibuang, gelas bekas air minum, kardus bekas dimanfaatkan untuk keperluan lain atau APE.
Perlakukan limbah anorganik dengan baik sehingga masih memberikan manfaat ekonomis dan edukatif.
Kembangkan kreativitas agar barang-barang bekas masih terus dimanfaatkan.
Kertas dan amplop dapat dipakai berkali-kali ( beri sedikit penjelasan kepada yang mendapat amplop bekas ini agar mereka maklum) atau dapat dibuat kertas daur ulang.
Mengurangi sampah dengan cara menggunakan barang-barang yang ramah lingkungan, misalnya gunakan lap atau handuk kecil daripada tissu,bawa air minum dengan tempat yang aman daripada air kemasan, bawa tas kain jika pergi berbelanja agar bisa mengurangi penggunaan tas plastik.

H. Penutup

Syukur tak terhingga penulis panjatkan kehadlirat Allah SWT atas segala nikmat dan kesempatan berhidmah, sehingga dapat ikut berpartisipasi dalam lomba dan pembuatan makalah APE ini. Saran dan masukan demi perbaikan selanjutnya sangat kami harapkan, semoga bermanfaat bagi kita semua

Amiin.

3 komentar: