Selasa, 22 Maret 2011

Metode yang Digunakan pada Pengembangan Kognitif

I. Pendahuluan

Pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks dalam kehidupan kita. Aspek ini selalu ada dan semakin hari kebutuhan akan hal ini semakin berkembang sejalan perkembangan zaman. Pendidikan merupakan salah satu fasilitas kita sebagai manusia dan pendidik untuk merangsang serta menstimulasi kemampuan kognitif pada anak didik.Begitu besarnya peran kognitif dalam perkembangan hidup yang akan datang,maka banyak metode yang dikembangkan sebagai cara mentranSfer ilmu yang tepat sesuai dengan usianya sehingga menghasilkan pemahaman yang maksimal bagi anak didik.

Pendidikan pada usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui pengalaman belajar yang diperohlehnya dari lingkungan,melalui cara mengamati, meniru dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.

Salah satu cara anak agar proses belajar mereka memperoleh pengetahuan adalah melalui kegiatan bermain sambil belajar.Dengan bermain dan belajar, seorang anak dapat memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai hal baru.Bemain dan belajar bagi mereka juga merupakan sarana dalam mengembangkan berbagai ketrampilan sosialnya.Kegiatan bermain dan belajar akan mengembangkan otot dan melatih gerakan motorik mereka di dalam menyalurkan energi mereka yang berlebih. Dengan demikian seorang anak akan menemukan bahwa merancang suatu hal baru dan berbeda dapat menimbulkan kepuasan dan pada akhirnya anak akan menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Vygotsky dalam Naughton ( 2003;46 ) percaya bahwa bermain membantu perkembangan kognitif anak secara langsung, tidak sekedar sebagai hasil pengembangan kognitif seperti yang dikemukakan oleh Piaget.

Peranan guru sebagai orang terdekat anak di sekolah harus bisa menciptakan suasana yang menyenangkan dan menjadi pribadi yang disukai anak. Peran guru sebagai teman, model, motivator dan fasilitator akan menjadikan anak senang datang ke sekolah dan menjadikan proses belajar jadi bermakna. Oleh karena itu dituntut kematangan yang mempersyaratkan willingnes and ability, baik secara intelektual maupun pada kondisi yang prima.Profesionalisasi seperti ini harus dipandang sebagai proses yang terus menerus.

Sedangkan metode merupakan bagian strategi kegiatan. Setiap guru PAUD ,TK/RA menggunakan metode sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Sebagai alat untuk mencapai tujuan tidak selamanya metode berfungsi secara optimal.Di dalam memilih metode, guru PAUD, TK/RA perlu memiliki alasan yang kuat dan perlu memperhatikan karaterstik tujuan dan karateristik anak yang dibinanya.

Sesuai dengan karakteristik, tidak semua metode mengajar sesuai dan cocok digunakan pada program kegiatan anak di PAUD, TK/RA,seperti metode ceramah, kurang cocok karena menuntut anak memusatkan perhatian dalam waktu cukup lama, padahal rentang waktu perhatian anak relatif singkat.

Metode yang dapat digunakan dalam pengembangan kognitif di PAUD, TK/RA, adalah: Bermain, pemberian tugas, demonstrasi, tanya jawab, mengucapkan syair, percobaan/eksperimen,bercerita,karyawisata dan dramatisasi.

Karena merupakan rangkaian proses pengembangan kognitif anak, maka evaluasi harus dilakukan. Evaluasi diadakan dengan tujuan yang didasarkan pada penghargaan (ukuran keberhasilan) setiap individu yang berbeda sehingga evaluasi harus dilakukan berdasarkan ukuran keberhasilan yang berbeda pula.Melalui evaluasi dapat ditentukan tingkat ketercapaian tujuan.

II. Permasalahan

Salah satu tugas yang cukup sulit bagi guru PAUD,TK/RA adalah ketika harus merencanakan, mendisain dan mengadakan pusat sumber belajar yang sesuai dengan metode pengembangan kognitif yang tepat untuk tingkat kemampuan anak-anak yang berbeda dalam satu kelas.Hal ini tentunya sangat berhubungan pada pembelajaran yang berpusat pada anak.

Kenyataan di lapangan tidak semua guru mempunyai pemahaman yang sama dalam menginterpretasikan metode pengembangan kognitif pada AUD.Dimana strategi yang diberikan bersifat monoton.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam makalah ini dirumaskan sebagai berikut :

Bagaimana mengembangkan kognitif anak di PAUD, TK/RA menurut pendapat Vigotsky?
Metode apakah yang dapat digunakan untuk pengembangan kognitif anak TK/RA.
Mengapa strategi kegiatan di TK/RA diarahkan untuk lebih menekankan aktivitas anak didik dibandingkan aktivitas guru.
Komponen apa yang harus ada dalam melaksanakan evaluasi keberhasilan anak didik, terutama dalam pengembangan kocnitif.

III. Pembahasan

A.TUJUAN DAN MACAM-MACAM PENGEMBANGAN KOGNITIF

PENDAPAT VYGOTSKY

Lev Vygotsky dikenal sebagai a socialcultural constructivist asal Rusia.Vygotsky dalam Brodova dan Deborah (1996;23) berpendapat bahwa pengetahuan tidak diperoleh dengan cara dialihkan dari orang lain, melainkan merupakan sesuatu yang dibangun dan diciptakan oleh anak.Vygotsky yakin bahwa belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dipaksa dari luar karena anak adalah pembelajar aktif dan memiliki struktur psikolgis yang mengendalikan perilaku belajarnya.

Selanjutnya melalui teori revolusi sosio kulturnya, Vygotsky mengemukakan bahwa manusia memiliki alat berpikir (tool of mind) yang dapat dipergunakan untuk membantu memecahkan masalah, memudahkan dalam melakukan tindakan, memperluas kemampuan, melakukan sesuatu sesuai kapasitas alami (Brodova dan Deborah,1996;26). Vygotsky mengemukakan beberapa kegunaan dari alat berpikir manusia yaitu:

Membantu memecahkan masalah, seseorang akan mampu mencari jalan keluar terhadap masalah yang dihadapinya. Anak-anak akan mencoba memecahkan masalah dalam permainan yang sedang dikerjakan(mencari jejak).
Memudahkan dalam melakukan tindakan, dengan alat berpikirnya setiap individu akan dapat memilih tindakan atau perbuatan seefektif dan seefisien mungkin dalam mencapai tujuan itu adalah cerminan dari berfungsinya alat berfikir.
Memperluas kemampuan,melalui berbagai eksplorasi yang dilakukan seorang anak melalui panca inderanya, maka akan semakin banyak hal yang akan ia ketahui.
Melakukan sesuatu sesuai dengan kapasitas alaminya, alat berpikir berkembang secara alami, mengikuti apa yang terjadi di sekitarnya. Semakin banyak stimulasi yang diperoleh anak saat berinteraksi dengan lingkungan, maka akan semakin cepat berkembang fungsi pikirnya.

Prinsip dasar dari Vygotsky adalah bahwa anak melakukan proses ko-konstruksi membangun berbagai pengetahuannya tidk dapat dipisahkan dari konteks sosial dimana anak tersebut berada. Pengetahuan juga berasal dari lingkungan budaya. Pengetahuan yang berasal dari budaya biasanya didapatkan secara turun temurun melalui orang-orang yang berada di sekitar. Pengetahuan dibangun oleh anak berdasarkan kemampuannya memahami perbedaan berdasarkan kesamaan yang tampak.

Vygotskly mengatakan bahwa jalan pikiran seseorang terus dimengerti dari latar sosial budaya dan sejarahnya yaitu pada asal- usul tindakan sadarnya dan dari iteraksi sosial yang dilatari oleh sejarah hidupnya. Manusia sebagai makhluk individu mempunyai alat berpikir yang tidak dimiliki oleh mahluk hidup lain.

Peningkatan kualitas kognitif berasal dari kehidupan sosialnya, bukan sekedar dari individu itu sendiri. Teori Vygotsky lebih tepat dsebut sebagai pendekatan ko-konstruktivisme yaitu suatu proses membangun pengetahuan baru secara bersma-sama antara semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Vygotsky percaya bahwa kognitif tertinggi yang berkembangsat anak berada di sekolah yaitu saat terjadinya interaksi antara anak dan guru. Pengetahuan yang diberikan secara terpaksa akan memberikan dampak yang berharga bagi anak.

Menurut Vygotsky, bantuan eksternal yang diberikan guru dapat dihilangkan apabila anak tampak telah berkembang secara konsisten.Bntuan dapat diberikan saat anak beraktivitas atau mengerjakan tugas, seperti:

1. Memotivasi atau mendapatkan minat anak yang berhubungan dengan tugas.

2. Mempermudah tugas agar anak-anak mudah mengatur dan menyelesaikannya.

3. Mmberikan beberapa arahan dengan tujuan membantu agar anak fokus dalam mencapai tujuannya.

4. Secara jelas menunjukkan perbedaan antara pekerjaan anak –anak dengan standar atau penyelesaian yang diinginkan guru.

5. Memberi contoh dengan jelas serta menetapkan harapan dari aktivitas yang ditampilkan (stuyf,2007;3-5).

Terdapat perbedaan Vygotsky dengan Piaget, wlaupun mereka berdua sama-sama menekankan/menfokuskan pada peran bahasa dan pengalaman bersosialisasi dalam perkembangan kognitif anak.Berkaitan dengan perkembangan kognitif melalui pengalaman bersosialisasi ,Vygotsky menekankan pada kemampuan bahasa terutama pada kecepatan berbicara. Sedangkan Piaget lebih menekankan pada eksplorasi sensomotor bayi.

Vygotsky memandang bermain sebagai kegiatan sosal. Pada awalnya anak- anak bermain secara solitary(secara sendiri-sendiri), seiring dengan kematangan kognitif anak dan berkurangnya egosentris,permainan anak lebih sosial.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN VYGOTSKY

Kebiatan pembelajaran berdasarkan teori belejar Vygotsky antara lain:

Menyusun balok

Diharapkan anak dapat membangun imajinasinya tentang bentuk dan ruang memanipulasi bangunan dari balok-balok yang telah tersedia.

Menyampaikan cerita

Menyampaikan cerita biasanya memberikan keuntungan dalam

Mengembangkan bahasa dan kreativitas.Vygotsky juga menggunakan hal itu untuk mendorong ketajaman ingatan, berpikir logis dan pengendalian diri.

Permainan dramatik

Merupakan kegiatan mengungkapkan seluruh fungsi mental tinggi,pengendalian diri dan berbagai permainan simbolik.

Penulisan jurnal

Anak melakukan komunikasi dengan orang lain melalui berbagai ungkapan secara tertulis.

Berikut ini adalah contoh pemilihan metode dihubungkan dengan karakteristik tujuan. Metode yang dapat mengembangkan kognitif anak agar dapat berpikir, menalar,mampu menarik kesimpulan dan membuat generalisasi. Caranya adalah dengan mengenali alam sekitarnya, mengenal orang dan benda-benda yang ada,mengenal tubuh tubuh dan memahami perasaan mereka sendiri dan berlatih mengurus diri mereka sendiri. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain, dan melakukan apa yang dianggap benar berdasarkan nilai yang ada dalam masyarakat (Hilderbrand,1986).

Untuk pengembanganbahasa anak dapat menggunakan metode yang dapat meningkatkan perkembangan kemampuan berbbicara, mendengar,membaca dan menulis.Kita dapat memberikan kesempatan pada anak didik untuk memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara.

Untuk mengembangkan kemampuan sosial,emosional anak dapat menggunakan metode yang menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan ecara verbal dan tepat.

Pengembangan fisik anak dapat dikembangkan melalui metode-metode yang dapat menjamin anak tidak cedera. Oleh karena itu guru perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menantang (Gordon dan Browne,1985).Bahan dan alat yang digunakan dalam keadaan baik,tidak menimbulkan perasaan takut dan cemas dalam menggunakannya.

Sedangkan untuk pengembangan moral dan nilai-nilai agama dapat menggunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan-kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama, sehingga anak dapat hidup sesua dengan ajaran agama yang dianutnya. Pengalaman belajar yang dapat diberikan adalah dengan memungkinkan terbentuknya kebiasaan kerja, menghargai waktu, kejujuran, kasih sayang dan kebiasaan memelihara lingkungan.

Selain dari karakteristik tujuan yang telah disebutkan, karakteristik anak juga menentukan pemilihan metode. Perlu kta cermati bahwa anak AUD pada umumnya adalah anak yangselalu bergerak, mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, senang bereksperimen dan keinginan mengekspresikan diri secara kreatif, mempunyai imajinasi dan senang berbicar.

Vigotsky mengatakan manusia dilahirkan dengan seperangkat fungsi kognitif dasar yakni kemampuan memperhatikan, mengamati dan mengingat (Dworetsky, 1990).Kebudayaan akan mentranformasikan kemampuan tersebut dalam bentuk fungsi kognitif yang lebih tinggi yterutama dengan mengadakan hubungan masyarakat dan melalui proses pembelajaran serta penggunaan bahasa. Hal ini sejalan dengan pendapat Guilford (Hildebrand,dalam Moeslihatoen,1996) untuk membantu pengembangan kognitif, anak perlu dibekali pengalaman belajar yang dirancang melalui kegiatan observasi dan mendengarkan dengan tepat.

Macam-macam metode pengembangan kognitif yang dapat digunakan untuk pengembangan kognitif di PAUD, TK/RA.

1.Bermain

Bermain adalah kegiatan yang ank-anak lakukan sepanjang hari karena bagi anakbermain adalah hidup dan hidup adalah permainan (Mayesty,1990;196-197). Anak usia dini tidak membedakan bermain,belajar dan bekerja. Anak-anak umumnya sangat menikmati permainan dan akan terus melakukannya dimanapu mereka memiliki kesempatan.

Piaget dalam Mayesty(1990;42)mengatakan bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan kesenangan/kepusan bagi diri seseorang . Sedangkan Parten dalam Dokket an Fleer(2000;14) memandang bahwa kegiatan bermain adalah sarana sosialisasi. Diharapkan dalam bermain memberi kesempatan anak bereksplorasi ,menemukan, mengekspresikan,perasaan, berekreasi dan belajar secara menyenangkan.Selain itu kegiatan bermain dapat membantu anak mengenal tentang diri sendiri, dengan siapa ia hidup serta lingkungan dimana ia hidup.

Bermain pada anak merupakan kegiatan yang dapat disamakan dengan bekerja pada orang dewasa. Bermain memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pengaruh perkembangan anak.

Menurut Dearden(hetherimgton and Parke,1997;481) bermain merupakan pekerjaan nonserius dan segalanya ada dalam itu sendiri yang memberikan kepuasan pada anak.

Bermain mempunyai makna penting bagi pertumbuhan anak. Frank dan Farida caplan (Hildebrand,1986;55-56) mengemukakan ada enam belas nilai bermain bagi anak:

Bermain membantu pertumbuhan anak
Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela.
Bermain memberi kebebasan anak untuk bertindak
Bermain memberikan dunia khayal yang dapat dikuasi
Bermain mempuhyai unsur petualang di dalamnya
Bermain meletakkan perkembangan bahasa
Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam pembentukan pribadi
Bermain memberi kesempatan untuk menguasi diri secara fisik.
Bermain memperluas minat pemusatan perhatian
Bermain merupakan cara anak menyelidiki sesuatu
Belajar merupakan cara anak mempelajari peran orang dewasa
Bermain merupakan cara sinamis untuk belajar
Bermain menjernihkan pertimbangan anak
Bermain dapat distruktur secara akademis
Bermain merupakan kekuatan hidup
Bermain merupakan sesuatu yang essensial bagi kelestarian hidup manusi

2. Metode pemberian tugas

Metode pemberian tugas ialah suatu cara penyajian kegiatan yang telah ditentukan dan anak dapat mempertanggungjawabkan sesuai petunjuk langsung dari guru.Ditinjau dari teori belajar Vygotsky pemberian tugas yang cocok adalah pemberian tugas kelompok, dimana anak bisa bersosialisasi dengan teman sekelompok,mau berbagi, mau bertanya, serta belajar untuk bekerjasama tanpa harus berharap pada kemampuan orang lain atau sebaliknya.

3. Metode demonstrasi

Adalah suatu penyajian kegiatan pembelajaran dengan penjelasan lisan disertai perbuatan atau memperlihatkan suatu proses tertentu yang kemudian diikuti atau dicoba oleh anak didik.Metode demonstrasi juga bisa diartikan suatu cara memperagakan atau mempertunjukkan sesuatu atau proses kejadian atau peristiwa. Guru dituntut mendemonstrasikan sesuatu harus jelas, alat peraga harus dipersiapkan lebih dulu,agar pada saat mendemonstraskantidak terhambat atau terganggu.

Ada dua fungsi dalam metode ini:

1. Dapat digunakan untuk memberikan illustrasi dalam menjelaskan

Informasi pada anak

2. Dapat membantu meningkatkan daya pikir anak TK/RA terutama

Daya pikir dalam meningkatkan kemampuan mengenal,mengingat,

Berpikir konvergen dan evaluatif.

Berpikir konvergen ialah kemampuan menggunakan informasi yang diperoleh dan yang disimpan untuk menerima satu jawaban benar. Contoh anak PAUD,TK/RA sudah mengenal konsep bilangan 2. Informasi ini digunakan untuk menjawab pertanyaan berapa kaki ayam?

Berpikir divergen ialah dari informasi yang diperoleh mencari sesuatu yang baru menemukan jawaban benar.Contoh anak PAUD,TK/RA telah mengetahui konsep bilangan 2. Konsep ini digunakan untuk menjawab pertanyaan: Sebutkan binatang yang memiliki kaki 2 , kemudian dapat menjawab pertanyaan lebih banyak kaki ayam apa sapi?

Sedang berpikir evaluatif artinya adalah anak dapat memberikan kesimpulan,penilaian, penemuan,pemecahan masalah dan berusaha memperbaiki kesalahannya.contoh ucapan anak yang bertanya: “Bu guru, sayapunya kucing yang lucu,bersih dan sehat karna saya selalu rajin memberi makan dan memandikannya.” Ungkapan tersebut dapat diambil kesimpula bahwa dengan makan yang cukupserta menjaga kebersihan dapat hidup bersih dan sehat.

4. Metode tanya jawab

Metode tanya jawab ialah suatu cara penyajian pembelajaran dengan dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa atau sebaliknya.Guru harus berusaha agar anak aktif memberi jawaban atu keterangan bukan guru yang memberi keterangan.

Metode bercakap-cakap ini sangat bermanfaat bagi anak PAUD,TK/RA sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan guru agar anak berani mengungkapkan pendapat serta berani berbicara di depan umum.Selain itu metode ini mengandung manfaat belajar yaitu mewujudkan kemampuan berbahasa secara reseptif dan ekspresif.

5.Metode mengucapkan syair

Metode mengucapkan syair yaitu suatu cara menyampaikan sesuatu melalui syair yang menarik yang dibuat guru untuk sesuatu, agar dapat dipahami anak.

6. Metode eksperimen/ percobaan

Adalah suatu cara anak melakukan berbagai percobaan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan usianya,guru sebagai fasilitator,alat berbagai percobaan sudah dipersiapkan oleh guru. Dalam metode ini anak dapat menemukan sesuatu berdasarkan pengalamannya.

7.Metode bercerita

Metode bercerita adalah cara menyampaikan sesuatu dengan bertutur atau memberikan penerangan atau penjelasan secara lisan melalui cerita.Cerita harus menarik,dengan tujuan yang ingin dicapai,dengan gerak gerik yang wajar dan intonasi yang bervariasi.

8. Metode karya wisata

Usman dan SetiawatI(2001;131) mengemukakan bahwa metode karya wisata adalah suatu cara penyajian pembelajaran dengan membawa anak didiklangsung kepada objek tertentu untuk dipelajari, yang terdapat di luar kelas, dengan bimbingan guru.Metode karya wisata juga bisa diartikan kunjungan langsung ke objek- objek di sekitar anak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Sehubungan dengan teori belajar menurut Vygotsky, metode karya wisata jelas sesuai, karena dengankarya wisata anak belajar bernteraksi dengan orang lain danlingkungan.

9.Dramatisasi

Salah satu metode yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran di PAUD,TK/RA adalah bermain peran.

Metode dramatisasi/ bermain peran adalah cara memahami sesuatu melalui peran-peran yangdilakukan oleh tokoh atau benda-benda di sekitar anak, sehingga anak dapat memahami sesuatu sambil berimajinasi.

B. EVALUASI PENGEMBANGAN KOGNITIF

Evaluasi adalah suatu cara untuk mengukur kemajuan, pelaksanaan, keberhasilan dan perkembangan kognitif dan masalahnya yang berkaitan dengan hasil yang diharapkan pada anak.

Evaluasi sebagai bagian dari proses pendidikan, merupakan proses pemantauan dan asesmen terhadap kemajuan da perkembangan anak.Evaluasi adalah analisis sistematis data anak untuk memahami keefektifan suatu program yang diberikan dan untuk mengetahui pengaruh program tersebut terhadap anak.Evaluasi merupakan proses meringkas dan menginterpretasi data serta membuat penilaian profesional berdsarkan informasi yang diperoleh. Evaluasi sifatnya menyeluruh, mencakup pengukuran yang obyektif dan profesonal tentang performansi dan perkembangan anak.

Sedangkan asesmen adalah proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar anak dan perkembangan anak. Asesmen harus bersifat otentik, berpusat pada anak dan mengembangkan seluruh aspek fsik, psikis, sosial dan sebagainya.Asesmen dilakukan secara reguler yang merupakan bagian dari pembelajaran kelas.Asesmen dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan program yang sesuai dengan perkembangan anak.

Proses asesmen dilakukan secara individual dengan cara membandingkan perkembangan anak sat ini dan sebelumnya.Dalam asesmen perlu dipertimbangkan adanya perbedaan dalam perkembangan, pengalaman dan budaya anak.

C. ALAT EVALUASI

Dalam evaluasi pengembangan kognitif anak TK/RA terdapat berbagai macam alat evaluasi yang dapat digunakan, antara lain:

a.observasi

b.catatan anekdot (anecdotal record)

c.kumpulan kerja anak(portofolio)

c.asesmen kinerja

d.asesmen kemampuan(performance assesment)

e.asesmen diri(self assesment)

Berkut adalah contoh kegiatan dan alat evaluasi yang digunakan:

1.Observasi pada saat kegiatan berlangsung

NO


Nama Anak


Mengelompokkan benda sejenis


Mengelompokkan benda yang sama warnanya


Menghitung kepingan bunga


keter

Dibantu


Tanpa dibantu


Dibantu


Tanpa dibantu


Dibantu


Tanpa dibantu

1


Rosy

















Cukup

2


Noval

















Kurang

3


Ela

















Kurang

4


Femas

















Cukup

2. Catatan Anekdot

Tanggal


Nama Anak


Komentar

5 Peb 2009


Zaky


Banyak bertanya tentang satu topik

11 Peb 2009


Rahma


Tidak mau bergabung dengan teman untuk sekian kalinya dengan alasan pusing

6 Maret 2009


Nabil


Beberapa kali keluar kelas dan bermain sendiri di playground sendiri

10 April 2009


Aisy


Menangis sepanjang kegiatan karena krayonnya tertukar sama Rifki

3. Kumpulan Kerja Anak (portofolio)

Berikut ini adalah contoh hasil kerja anak usia 4 tahun yang dapat didokumentasikan dalam portofolio. Gamgar/ tulisan anak berikut ini dapat dijadikan bukti keterampilan anak dalam berbagai aspek perkembangan.

4.Assesmen Kinerja

Mulai gradasi nomor 1sampai 5 dari kurang sekali sampai baik sekali

NO


Pengembangan


Kegiatan


Assesmen


Ket

1


2


3


4


5

1


Fisik


Munggunting

Menjiplak

Merobek

Memantulkan bola




























IV. Kesimpulan

Vigotsky mengatakan bahwa jalan pikiran anak harus dimengerti dari latar belakang sosial budaya dan sejarahnya.Artinya untuk memahami pikiran anak bukan dengan cara menelusuri apa yang ada di balik otak dan di kedalam jiwanya, akan tetapi dari asal- usul tindakan sadarnya dan dari interaksi sosial yang dilatari sejarahnya hidupnya (Moll & Greenberg,1990).

Membangun pengetahuan pada anak sangat berbeda dengan orang dewasa. Membangun pengetahuan anak haruslah berdasarkan pada bermain dan permainan.Dengan melalui kegiatan bermain anak-anak dapat mengembangkan berbagai aspek yang diperlukan untuk persiapan masa depan.Bermain antara lain membantu perkembangan tubuh, perkembangan sosial, perkembangan kognitif dan moral serta kepribadian maupun bahasa. Bermain juga bisa menjadikan media untuk membina hubungan yang dekat antar anak atau anak dengan orang tua/guru, orang dewasa lainnya sehingga tercipta komunikasi yang efektif.

Metode mengajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini ditinjau dari pendekatan teori belajar menurut Vygotsky adalah : Bermain, pemberian tugas, demonstrasi, tanya jawab,mengucap syair, eksperimen, berceritera, karyawisata dan dramatisasi.

Karena merupakan salah satu rangkaian proses pengembangan kognitif, maka evaluasi harus dilakukan. Evaluasi diadakan dengan tujuan yang didasarkan pada pengharapan (ukuran keberhasilan) setiap anak yang berbeda sehingga evaluasi harus dilakukan berdasarkan ukuran keberhasilan yang berbeda pula. Melalui evaluasi dapat ditentukan tingkat ketercapaian tujuan.

Alat evaluasi dapat digunakan untuk mengetahui pengembangan kognitif pada anak adalah: Observasi, catatan anekdot, portofolio,assesmen kinerja,assesmen diri.

V. Saran/ Penutup

Dalam proses pembelajaran, guru hendaknya melihat hasil belajar anak dari berbagai sudut kinerja psikologis yang utuh dan menyeluruh, baik dari segi kognitif, behavioristik (tingkah laku) ataupun humanistik.Dari segi kognitif guru hendaknya dapat memilih metode dan media yang sesuai dengan perkembangan kognitif anak, sehingga hasil belajar dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Arief S. Sadiman, dkk. Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No. 6

Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo

Bredekamp, Sue & Teresa Rosegrant, (1992), Reseaching Potentials

Approach Curriculum and Assesment For Young Children,

Volume 1, Washington: NAEYC

Depdiknas, Kurikulum Berbasis Kompetensi TK/RA,Jakarta:

Balitbang Depdiknas,2002

Dr. Yuliani Nurani Sujiono, M.Pd. Konsep Dasar Pendidikan AUD

Jakarta: Indeks

Drs. Hapidin, dkk. Prosedur Evaluasi Perkembangan Anak.

Makalah Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi GOPTKI.

GTZ Seqip-TK. Modul Pengajaran untuk Guru Taman Kanak-Kanak.

Hildebrand, Verna. (1986). Introduction to Early Chilhood Education

4th ed.New York: Mac Millan Publishing Company.


Mayke S. Teja Saputra. (2001). Bermain, Mainan dan Permainan

Untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta: Grasindo.

Moeslichatoen, R. (1999). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak.

Jakarta:Rineka Cipta.

Padmonodewo, Soemiarti. (2000). Pendidikan Anak Prasekolah.

Jakarta: Rineka Cipta.

Yuliani Nuran Sujiono, dkk. Metode Pengembangan Kognitif.

Modul 1-2 PGTK20101.Universitas Terbuka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar